PENYULUHAN BAHAYA ROKOK, NAPZA DAN HIV/AIDS PADA REMAJA DI PEMALUKAN

  • 21 Januari 2014
  • Oleh: peguyangan
  • Dibaca: 5270 Pengunjung

Sasaran Pembangunan Milenium (Millennium Development Goals atau disingkat dalam MDGs), hasil kesepakatan kepala negara dan perwakilan dari 189 negara Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB) yang telah dijalankan mulai September 2000 lalu, memiliki beberapa poin sasaran salah satunya yaitu tercapainya kesejahteraan rakyat dan pembangunan masyarakat pada 2015 (Bappenas, 2004). Pencapaian kesejahteraan rakyattentunya didukung oleh kesehatan masyarakatnya salah satunya meliputi kesehatan remaja. Bersamaan dengan hari HIV/AIDS sedunia pada tanggal 1 Desember 2013 diharapkan remaja memiliki pengetahuan tentang kesehatan remaja salah satunya tentang HIV/AIDS karena kesehatan remaja merupakan salah satu modal pokok dalam rangka kemajuan kehidupan bangsa.

Remaja merupakan masa-masa yang penuh adaptasi. Masa remaja yang penuh perubahan baik secara fisik maupun psikologis seringkali membuat individu bingung menghadapinya. Era globalisasi telah membuat kehidupan mengalami perubahan yang signifikan, bahkan terjadi degradasi moral dan sosial budaya yang cenderung kepada pola-pola perilaku menyimpang seperti merokok, menggunakan NAPZA dan dapat berdampak pada penularan HIV/AIDS. Hal ini sebagai dampak pengadopsian budaya luar secara berlebihan dan tak terkendali oleh sebagian remaja kita. Persepsi budaya luar ditelan mentah-mentah tanpa mengenal lebih jauh nilai-nilai budaya luar secara arif dan bertanggung jawab. (Sulis Styawan, 2007).

Hal yang dapat dilakukan untuk mengontrol perilaku remaja yaitu dengan meningkatkan pengetahuan melalui pendidikan kesehatan pada remaja. Remaja merupakan masa mencari jati diri yang membutuhkan pengarahan berupa penyuluhan kesehatan yang dapat meningkatkan pengetahuan dan kesehatan remaja.

Berdasarkan hasil pengkajian praktik profesi komunitas di Lingkungan Pemalukan Kelurahan Peguyangan, yang dilakukan pada tanggal 19 – 23 Desember 2013, didapatkan data bahwa di Lingkungan Pemalukan Kelurahan Peguyangan terdapat 1388 jiwa dan terdapat 187 remaja. Dari data tersebut, setelah dilakukan analisis data, dapat ditemukan permasalahan keperawatan komunitas yaitu Resiko Penurunan Derajat Kesehatan pada Remaja di Lingkungan Pemalukan Berhubungan Dengan Kurangnya Paparan Pengetahuan Tentang Kesehatan Remaja. Masalah tersebut terjadi karena kurangnya pengetahuan tentang kesehatan remaja.

Berdasarkan latar belakang di atas, serta hasil kesepakatan dengan Kepala Lingkungan Banjar Pemalukan Kelurahan Peguyangan dan pihak Puskesmas III Denpasar Utara, maka dirasa perlu untuk mengadakan penyuluhan kesehatan tentang bahaya Merokok, NAPZA dan HIV/AIDS pada Remaja.

Kegiatan penyuluhan tentang Bahaya Merokok, Napza dan HIV/AIDS dilaksanakan pada hari Minggu, 19 Januari 2014 di Balai Banjar Lingkungan Pemalukan pukul 20.00 WITA – selesai yang dihadiri oleh :

  1. Narasumber dari Komisi Penanggulangan AIDS (KPA)
  2. Kabag Operasional Napza Polda Bali
  3. Perwakilan Kelurahan Peguyangan (PLKB-PKB Kelurahan Peguyangan)
  4. Kepala Puskesmas III Denpasar Utara
  5. Petugas Puskesmas Pembantu Peguyangan
  6. Kepala Lingkungan Pemalukan
  7. Kelian Banjar Pemalukan
  8. Kader Posyandu Balita Lingkungan Pemalukan
  9. Kader Posyandu Paripurna Lingkungan Pemalukan
  10. Tim Penggerak PKK Lingkungan Pemalukan
  11. Ketua STT Dharma Santhi Lingkungan Pemalukan
  12. Satgas Pecalang Lingkungan Pemalukan
  13. Tokoh Masyarakat Lingkungan Pemalukan
  14. Dosen Pembimbing Komunitas STIKES Wira Medika PPNI Bali
  15. Mahasiswa STIKES Wira Medika PPNI Bali yang berjumlah 50 orang
  16. Peserta Penyuluhan yang berjumlah 50 orang

 

Peserta yang hadir pada saat penyuluhan tentang NAPZA dan HIV/AIDS pada remaja 80% dari undangan yang disebarkan. Topik penyuluhan yang dibahas mengkhusus pada jenis-jenis NAPZA baik yang sudah sering beredr maupun NAPZA jenis baru. Pada topik HIV/AIDS dikhususkan pada cara penularan HIV/AIDS serta HIV/AIDS tidak akan menular melalui kegiatan seperti berjabat tangan, berpelukan, menggunakan alat makan yang sama serta gigitan nyamuk. Ditambahkan juga bagaimana cara perawatan jenazah yang meninggal karena AIDS untuk menghindari stigma dan diskriminasi masyarakat terhadap ODHA (Orang Dengan HIV/AIDS) dan tentunya jenazah akan tetap mendapatkan perawatan selayaknya.

 

 

Diharapkan dengan diberikan penyuluhan tentang NAPZA dan HIV/AIDS pengetahuan masyarakat khususnya remaja bertambah sehingga dapat menghindari penggunaan obat-obatan terlarang serta perilaku yang berisiko menularkan HIV/AIDS. Disamping itu dengan bertambahnya penegtahuan masyarakat tentang HIV/AIDS diharapkan tidak ada lagi diskriminasi pada ODHA (Orang Dengan HIV/AIDS).


  • 21 Januari 2014
  • Oleh: peguyangan
  • Dibaca: 5270 Pengunjung

Berita Terkait Lainnya

Anak Agung Gede Agung Dharma Putra,SIP.,MAP

Apakah Informasi yang tersaji pada Website Kelurahan Peguyangan Kecamatan Denpasar Utara, bermanfaat bagi Anda?