PENYULUHAN KESEHATAN MENGKONSUMSI GARAM BERYODIUM DAN PENCEGAHAN PENYAKIT DEMAM BERDARAH DENGUE

  • 13 Januari 2014
  • Oleh: peguyangan
  • Dibaca: 3718 Pengunjung

Suatu negara yang sehat berawal dari diri sendiri dan keluarga yang sehat. Banyak penafsiran bahwa sehat itu haruslah memiliki peralatan penunjang kesehatan yang lengkap dan memadai, sehingga tetap membutuhkan biaya yang tidak sedikit. Tidak harus demikian, langkah yang paling sederhana untuk menjaga kesehatan sekaligus mencegah penyakit adalah hanya dengan melakukan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat atau yang disingkat PHBS.

PHBS adalah sekumpulan perilaku yang dipraktikkan atas dasar kesadaran sebagai hasil pembelajaran yang menjadikan seseorang, keluarga, atau masyarakat mampu menolong dirinya sendiri (mandiri) di bidang kesehatan dan berperan aktif dalam mewujudkan kesehatan. Jumlah PHBS yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari pun sangat banyak, bahkan bisa mencapai ratusan. Diantaranya PHBS bidang KIA dan KB, PHBS kesehatan lingkungan, PHBS rumah tangga, PHBS sekolah, PHBS lingkungan, PHBS farmasi, PHBS gizi dan masih banyak lagi.

Salah satu point PHBS yang riskan tetapi sering dikesampingkan adalah PHBS Gizi. PHBS gizi adalah upaya untuk memberdayakan anggota rumah tangga, agar tahu, mau dan mampu melaksanakan perilaku hidup bersih dan sehat serta berperan aktif dalam gerakan kesehatan di masyarakat. Perilaku-perilaku dalam PHBS gizi terlihat sepele dan sering dikesampingkan tetapi jika tidak dilaksanakan akan menimbulkan dampak yang sangat serius  yaitu mengkonsumsi garam beryodium.

Menurut WHO di negara sedang berkembang hampir 1 milyar penduduk mempunyai risiko mengalami gangguan akibat kekurangan gizi termasuk yodium (GAKY). GAKY di Indonesia relatif masih tinggi, pada tahun 1994 diperkirakan 42 juta penduduk berada di daerah risiko kekurangan Yodium. Diantara jumlah tersebut, 750.000-900.000 orang menderita kretin endemik, penderita gondok diperkirakan 10 juta orang, sedangkan penderita GAKY lainnya sekitar 3,5 juta orang.

Berdasarkan hasil pengkajian praktik profesi komunitas di Banjar Pemalukan Kelurahan Peguyangan, yang dilakukan pada tanggal 19 – 23 Desember 2013, Dari 294 KK terdapat 95 KK (32%) tidak mengkonsumsi garam beryodium. Dari data tersebut, setelah dilakukan analisis data, dapat ditemukan permasalahan keperawatan komunitas yaitu Risiko Penurunan Derajat Kesehatan Pada Remaja Di Banjar Pemalukan Kelurahan Peguyangan Kecamatan Denpasar Utara. Masalah tersebut terjadi karena kurangnya pengetahuan tentang kesehatan. Sehingga diperlukan pemberian informasi kesehatan melalui penyuluhan mengenai manfaat garam beryodium di Lingkungan Pemalukan.

Disisi lain masalah kesehatan yang terkait erat dengan PHBS khususnya PHBS Lingkungan adalah penyakit demam berdarah dengue. Penyakit ini ditemukan nyaris diseluruh belahan dunia terutama di negara tropik dan subtropik baik secara endemik maupun epidemik dengan outbreak yang berkaitan dengan datangnya musim penghujan.

Di Asia Tenggara termasuk Indonesia, epidemik Demam Berdarah Dengue (DBD) merupakan problem dan penyebab utama morbiditas dan mortalitas pada anak-anak.Penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) sampai saat ini masih menjadi salah satu masalah kesehatan masyarakat yang utama di Indonesia. Jumlah penderita dan luas daerah penyebarannya semakin bertambah seiring dengan meningkatnya mobilitas dan kepadatan penduduk. Penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) di Indonesia merupakan salah satu emerging disease dengan insiden yang meningkat dari tahun ke tahun. DBD pertama kali dilaporkan di Surabaya dan Jakarta tahun 1968 dan pada tahun 1997 DBD telah menyerang semua provinsi di Indonesia.

Program nasional untuk pencegahan Demam Berdarah Dengue (DBD) melalui program PSN (Pemberantasan Sarang Nyamuk) yang disebut 3M plus (Menguras kontainer air secara berkala minimal dua kali seminggu, mengubur kaleng bekas atau bahan lainnya yang dapat menampung air hujan, menutup kontainer air secara rapat dan plusnya adalah memberikan bubuk abate pada kontainer, mengganti air minum burung peliharaan secara periodik, membersihkan dahan atau pelepah yang dapat menampung air hujan dan sebagainya). Program tersebut dicanangkan secara nasional dan ditindaklanjuti oleh masing-masing pemerintah daerah tetapi upaya tersebut belum memberikan hasil yang maksimal. Program PSN tersebut dapat dilakukan antara lain melalui penyuluhan kesehatan. Promosi kesehatan seperti penyuluhan kesehatan pada hakikatnya adalah upaya intervensi yang ditujukan pada faktor perilaku. Namun pada kenyataannya tiga faktor yang lain perlu intervensi pendidikan atau penyuluhan kesehatan juga, karena perilaku juga berperan pada faktor-faktor tersebut.

Data Puskesmas Denut III periode Januari sampai dengan Desember 2013 tercatat jumlah seluruh kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) di Kelurahan Peguyangan sebanyak 59 orang. Dari 59 orang yang terkena DBD terdapat 5 orang dari Br. Pemalukan (Data Puskesmas Denut III, 2013).

Berdasarkan latar belakang tersebuta maka mahasiswa STIKes Wira Medika PPNI Bali yang sedang menjalani praktik keperawatan komunitas dan keluarga di Lingkungan Pemalukan Kelurahan Peguyangan mengadakan penyuluhan penggunaan garam beryodium untuk konsumsi dan cara-cara mencegah demam berdarah kepada ibu-ibu PKK di Lingkungan Pemalukan. Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan para ibu PKK tentang manfaat mengkonsumsi garam beryodium serta akibat yang ditimbulkan bila kekurangan mengkonsumsi garam beryodium. Selain itu adalah agar para ibu PKK mengerti tentang tantda dan gejala demam berdarah sehingga mengerti tindakan yang harus dilakukan saat tanda dan gejala tersebut muncul. Dan yang terpenting adalah para Ibu PKK mengerti tentang cara pencegahan demam berdarah dengan memodifikasi lingkungan sehingga angka kejadian demam berdarah di Lingkungan Pemalukan Kelurahan Peguyangan khususnya dan di Kecamatan Denpasar Utara dapat berkurang. Disamping itu diharapkan juga para Ibu PKK dapat menyebarluaskan informasi yang didapat kepada orang-orang terdekat seperti keluarga dan teman-teman sehingga seuruh masyarakat dapat menerapkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat sehingga pada akhirnya akan tercipta masyarakat sehat pada taraf kesehatan optimal. (NA)


  • 13 Januari 2014
  • Oleh: peguyangan
  • Dibaca: 3718 Pengunjung

Berita Terkait Lainnya

Anak Agung Gede Agung Dharma Putra,SIP.,MAP

Apakah Informasi yang tersaji pada Website Kelurahan Peguyangan Kecamatan Denpasar Utara, bermanfaat bagi Anda?