Pelatiahan Kader Lansia

  • 02 Desember 2013
  • Oleh: peguyangan
  • Dibaca: 4853 Pengunjung

Lansia (lanjutusia) adalah fase menurunnya kemampuan akal dan fisik, yang dimulai dengan adanya beberapa perubahan dalam hidup. Sebagaimana diketahui, ketika manusia mencapai usia dewasa, ia mempunyai kemampuan reproduksi dan melahirkan anak. Ketikakondisihidupberubah, seseorang akan kehilangan tugas dan fungsi ini, dan memasuki selanjutnya yaitu usia lanjut, dan kemudian mati ( Darmojo,2004). Menurut BKKBN lanjut usia merupakan istilah tahap akhir dari proses penuaan yang memiliki tiga aspek yaitu aspek biologi, aspek ekonomi dan aspek sosial. Sedangkan menurut WHO, pengertian lansia digolongkan menjadi empat, yaitu usia pertengahan (middle age) 45-59 tahun, lanjut usia (elderly) 60-74 tahun, lanjut usia tua (old) 75-90 tahun, dan lansia sangat tua (very old) diatas 90 tahun.

Berdasarkan hasil Survey Mawas Diri yang dilakukan selama tiga hari, dari 261 KK, didapatkan 106 orang lansia yang terdapat di Banjar Hita Bhuana Kelurahan Peguyangan, Kecamatan Denpasar Utara dan sebagian besar lansia mengalami penyakit hipertensi dan rematik. Dari 106 lansia terdapat 12,30% yang kegiatannya tidur-tiduran dan diam saja. Dan dari 106 lansia terdapat 70,75% lansia yang menginginkan adanya posyandu lansia di Banjar Hita Bhuana. Berdasarkan hasil wawancara dengan masyarakat dan kepala lingkungan di Banjar Hita Bhuana dikatakan belum ada wadah khusus lansia melakukan aktivitas untuk menunjang kesehatan lansia seperti posyandu lansia.

 

 

 

 

 

 

Pembentukan posyandu lansia dimulai dari pelatihan kader, yang dilaksanakan pada tanggal 18 November 2013, yang dilaksanakan di Banjar Hita Bhuana, pelatihan ini berkordinasi dengan puskesmas III Denpasar dengan pemegang program lansia. Pelatihan ini dilakukan dalam 2 tahap yaitu penyampaian materi pada hari pertama dan pada hari kedua diadakan simulasi sekaligus latihan senam lansia.

Kegiatan ini dihadiri oleh pemegang program lansia dari Puskesmas III Denpasar sekaligus sebagai narasumber dalam pelatihan kader tersebut, 5 orang kader yang nantinya akan dilatih, serta mahasiswa program studi ners STIKes Wira Medika PPNI Bali sebagai fasilitator dalam pelatihan tersebut. Dalam kegiatan pelatihan kader ini semua kader antusias dalam menyimak dan mengikuti jalannya acara tersebut.

Selasa, 19 November 2013. Diadakan pelatihan tahap 2 yaitu simulasi system lima meja sekaligus pelaksanaan latihan senam. Semua kader hadir dalam kegiatan ini. Pada harike dua kegiatan berjalan lancar, dimulai dari pelatihan system lima meja sampai kegiatan senam. Pada hariitu  (selasa, 19 November 2013) terjadi kesepakatan baru antar kader dan tim pokjalansia yaitu kader meminta untuk mengadakan latihan senamlansia setiap hari selama mahasiswa melaksanakan praktik profesi di banjar Hitabhuana ( 6 Desember 2013), kami dari tim pokja lansia menyambut positif permintaan menyetujui hal tersebut.

Minggu, 24 November 2013. Pelaksanaan pemeriksaan kesehatan dengan menggunakan system lima meja diadakan dibanjar Hita Bhuana dimulai tepatpukul 16.00. kegiatan ini dimulai dari kegiatan senam yang diikuti oleh para lansia di banjar Hita Bhuana sejumlah 34 orang dari total 106 lansia yang ada di banjar hita bhuana. Namun hal ini tidak membuat kegiatan ini terhenti. Semangat dan antusias para lansiadankader yang hadir membuat kami semakin semangat melanjutkan kegiatan pada hari itu. Semua lansia yang hadir dalam kegiatan ini mengikuti jalannya senam dengan baik walaupun masih ada beberapa lansia yang masih kaku mengikuti rangkaian gerakan senam tersebut

   Kegiatan kedua pada hari itu (minggu 24 November 2013), yaitu pemeriksaan kesehatan secara gratis yang diadakan oleh mahasiswa program studi ners STIKes Wira Medika PPNI Bali bekerjasama dengan Lembaga Penelitian Pengabdian Masyarakat STIKes Wira Medika PPNI Bali dan Puskesmas III Denpasar Utara, kegiatan ini bertujuan untuk menskrining secara dini masalah kesehatan yang terjadi dibanjar Hita Bhuana sehingga apabila ditemukan masalah terjadi dapat segera dirujuk dan ditangan iolehtim tenaga kesehatan.Pada saat kegiatan tersebut terdapat 5 Lansia yang perlu dirujuk karena berdasarkan hasil pemeriksaan kadar glokosa darah sewaktu  3 lansia memiliki kadar GDS yang tinggi dan 2 lansia yang memiliki kadar GDS yang sangat rendah sehingga perlu dilakukan pemeriksaan yang lebih lanjut. 


  • 02 Desember 2013
  • Oleh: peguyangan
  • Dibaca: 4853 Pengunjung

Berita Terkait Lainnya

Anak Agung Gede Agung Dharma Putra,SIP.,MAP

Apakah Informasi yang tersaji pada Website Kelurahan Peguyangan Kecamatan Denpasar Utara, bermanfaat bagi Anda?