Penyuluhan Posyandu

  • 02 Desember 2013
  • Oleh: peguyangan
  • Dibaca: 7486 Pengunjung

Di Indonesia masalah-masalah gizi masih merupakan masalah yang masih perlu perhatian, terutama pada daerah-daerah kantong kemiskinan, karena daya beli masyarakat yang rendah. Pemberian makanan kepada anak pada dasarnya bertujuan untuk mendidik agar dapat menerima, memilih makanan yang baik, dan membiasakan disiplin waktu dan cara makan. Kebiasaan makan pada anak ditentukan pada tahun-tahun pertama kehidupan anak. Dalam hal ini ibu sangat berperan dalam menentukan bagaimana kesukaan dan kebiasaan makan pada anak.

Hasil Survey Mawas Diri (SMD) di banjar Hita Bhuana Kelurahan Peguyangan Kecamatan Denpasar Utara dari tanggal 27 Oktober 2013 sampai dengan 30 Oktober 2013 melaporkan bayi, batita, dan balita yaitu sebanyak 75 bayi, batita, dan balita.Sebanyak  26  keluarga (34.66%) tidak memberikan ASI Ekslusif.Dari 75 bayi dan balita di lingkungan Banjar Hita Bhuana, sebanyak 45 KK (60%) memberikan makanan tambahan pada usia > 6 bulan. Dari 75 bayi dan balita di lingkungan Banjar Hita Bhuana, sebanyak 49 KK (65,33%) mengajak bayi/balita ke pelayanan kesehatan, sebanyak 18 KK (24,00%) kadang-kadang mengajak bayi/balita ke pelayanan kesehatan dan sebanyak 8 KK (10,67%) tidak pernah mengajak bayi/balita ke pelayanan kesehatan.

Keluarga yang mengkonsumsi garam dari 261 KK terdapat KK (21,83%) yang memasak menggunakan garam biasa dan 1 KK (0,38%) yang memasak tidak menggunakan garam. Walaupun tidak ditemukan kasus GAKY pada balita, namun diperlukan tindakan preventif agar tidak terdapat kasus GAKY pada balita di banjar Hita Bhuana. Sedangkan tingkat pendidikan masyarakat di Banjar Hita Bhuana Kelurahan Peguyangan Kecamatan Denpasar Utara dari 1212 jiwa mayoritas penduduknya  lulusan SMA yaitu sebanyak 398jiwa (48.51%) dan sebagian kecil  penduduk yang tidak sekolah yaitu sebanyak 7 jiwa (0.82%). Tingkat pengetahuan ikut mengambil peran dalam upaya peningkatan kesehatan. Sehingga diperlukan pemberian informasi kesehatan melalui penyuluhan mengenai gizi dan pentingnya pemberian ASI eksklusif bagi balita di Banjar Hita Bhuana.

Mengingat pentingnya kebutuhan gizi bagi bayi dan balita kami ingin mengangkat kebutuhan gizi balita balita sebagai materi penyuluhan dalam program kerja balita praktek profesi ners stase komunitas di Banjar Hita Bhuana Kelurahan Peguyangan Kecamatan Denpasar Utara.

Kegiatan penyuluhan ini telah disepakati oleh masyarakat lingkungan banjar Hita Bhuana pada saat kegiatan musyawarah masyarakat desa ( MMD ) yang dilaksanakan pada hari sabtu, 9 november 2013, yang dimana hasil atau kegiatan yang akan dilaksanakan di banjar Hita Bhuana adalah penyuluhan tentang pengelolaan sampah, pembentukan posyandu lansia, penyuluhan kepada remaja atau sekaa truna-truni di lingkungan banjar hita bhuana yang bertemakan narkoba dan HIV yang dibawakan oleh POLDA provinsi Bali, penyuluhan PHBS (Prilaku Hidup Bersih dan Sehat), dan penyuluhan tentang Posyandu balita serta Gizi pada Balita.

Kegiatan penyuluhan tentang Posyandu balita serta Gizi pada Balita ini dilaksanakan Di Balai Banjar Hita Bhuana Kelurahan Peguyangan Kecamatan Denpasar Utara pada hari Minggu 10 November 2013. Dimulai dari pukul 17.00 dan berakhir pada pukul 17.30 WITA. Yang diikuti oleh 38 orang ibu. Dalam kegiata para ibu antusias dalam menyimak penyuluhan dan berperan aktif dalam kegiatan Tanya jawab.

Kegiatan penyuluhan ini juga di hadiri oleh Kepala Puskesmas III Denpasar Utara, Kepala Lingkungan Banjar Hita Bhuana, serta kader posyandu balita.


  • 02 Desember 2013
  • Oleh: peguyangan
  • Dibaca: 7486 Pengunjung

Berita Terkait Lainnya

Anak Agung Gede Agung Dharma Putra,SIP.,MAP

Apakah Informasi yang tersaji pada Website Kelurahan Peguyangan Kecamatan Denpasar Utara, bermanfaat bagi Anda?