FOGING BUKAN YANG UTAMA

  • 21 April 2016
  • Oleh: nagnayugep
  • Dibaca: 1045 Pengunjung
FOGING BUKAN YANG UTAMA
Akibat wabah DBD, hampir segala wilayah di Kota Denpasar melakukan pengasapan atau fogging. Fogging berguna buat memutus rantai pertama risiko penularan DBD dan penyakit yang lain yg ditularkan oleh nyamuk.
 
Kata kuncinya di sini adalah; MEMUTUS RANTAI PERTAMA. Artinya, fogging cuma solusi sementara, bukan solusi jangka panjang buat menghentikan wabah. Berikut ini alasan mengapa fogging tak terlaksana dengan efektif dan tak dapat dianggap sebagai solusi jangka panjang.
 
1. Fogging cuma membunuh nyamuk dewasa
Fogging cuma membunuh nyamuk dewasa, mengurangi populasinya dan ini cuma bersifat sementara.
 
Larva nyamuk tak terpengaruh oleh fogging dan cuma butuh dua hari buat mereka buat menetas menggantikan senior-seniornya yg mati terbunuh.
 
2. Fogging tak membunuh larva nyamuk
Fogging bukan jawaban seandainya Anda ingin mengenyahkan larva nyamuk. Satu-satunya cara bagi membasmi larva itu adalah dengan tak membiarkan ada air tergenang.
 
Jika ada wadah berisi air yg tak mungkin dikeringkan, menaburkan bubuk abate dapat menolong membunuh larva.
 
Jadi Fogging seandainya dikerjakan dengan benar, mulai efektif buat mengurangi risiko penyebaran penyakit yg ditularkan oleh nyamuk di TAHAP AWAL. Tahap selanjutnya perlu melibatkan semua anggota masyarakat.
 
Tak perlu alat yg canggih, cukup jaga kebersihan rumah dan lingkungan, singkirkan sampah yg berpotensi menjadi tempat genangan air, gunakan losion anti nyamuk, kuras dan tutup tempat penampungan air, pastikan saluran air berjalan lancar tak tertutup oleh sampah, dan Lakukan pemantauan setiap hari, bukan hanya ketika ada wabah saja.

  • 21 April 2016
  • Oleh: nagnayugep
  • Dibaca: 1045 Pengunjung

Artikel Terkait Lainnya

Anak Agung Gede Agung Dharma Putra,SIP.,MAP

Apakah Informasi yang tersaji pada Website Kelurahan Peguyangan Kecamatan Denpasar Utara, bermanfaat bagi Anda?