Gelar Lestari Budaya

  • 13 Agustus 2013
  • Oleh: peguyangan
  • Dibaca: 2623 Pengunjung
Gelar Lestari Budaya SPIRIT puri sebagai pengayom dan pengayah dalam membangun kehidupan religius dan berbudaya diimplementasikan dengan beragam aktivitas. Sebagai arsitek sosial, dalam koteks penguatan pilar demokarsi dan bangkitnya budaya kreatif generasi muda, puri juga memiliki peran sangat strategis. Berpegangan pada pemikiran inilah, Penglingsir Puri Peguyangan A.A. Ngurah Gede Widiada bekerja sama dengan Sanggar Tari Cilinaya, Denpasar menggulirkan Gelar Lestari Budaya Bali ke-5 ''Lestari Seniku Ajeg Baliku'', selama dua hari mulai 7-8 Agustus kemarin. Kegiatan ini dibuka Kepala Dinas Kebudayaan Kota Denpasar Drs. I Made Mudra, Msi. Pada kesempatan itu, Kepala Dinas merespons positif langkah Puri Peguyangan dalam memberikan ruang kreativitas kepada generasi muda. ''Puri Peguyangan telah menjabarkan fungsinya sebagai arsitek sosial dalam memberikan ruang berkreasi. Budaya kreatif ini akan menjadi modal dasar dan spirit dalam menghadapi persaingan. Momen ini juga akan membuat konsep-konsep pewarisan budaya terjabarkan,'' ujarnya. Mudra juga mengingatkan agar semua komponen ikut peduli dan aktif dalam memberikan ruang berkreasi bagi generasi muda. Selebihnya, A.A. Widiada menjelaskan, Gelar Lestari Budaya Bali ''Lestari Seniku Ajeg Baliku'' memperebutkan Piala Bergilir Wali Kota Denpasar dan Piala Tetap Puri Peguyangan. Lomba tari adalah sebuah wadah pelestarian dan pengembangan budaya dan sekaligus sebagai landasan dalam pembangunan Bali yang berkelanjutan. Selain itu, sebagai media efektif untuk menjaga keharmonisan konsep budaya tradisional Bali yang adiluhung. Melalui lomba ini, seluruh komponen masyarakat diharapkan mampu mengembangkan potensi, pengetahuan maupun kreasinya dalam bidang seni tari Bali. Gelar Lestari Budaya Bali (GLBB) yang ditutup Penglingsir Puri Peguyangan ini juga dihadiri Lurah Peguyangan dan Wakil Bendesa Peguyangan serta undangan lainnya. Lebih lanjut dijelaskan, lomba ini digelar setiap bulan Agustus menjelang HUT perayaan Kemerdekaan RI. ''Kemerdekaan harus diisi dengan hal-hal positif. Rasa perjuangan dan patriotisme juga dilakukan saat ini dengan menyalurkan nilai-nilai perjuangan dalam sebuah wadah seni. Bulan Agustus adalah sebuah sejarah dalam perjalanan bangsa Indonesia. ''Sepatutnyalah bulan ini mampu memberi inspirasi bagi masyarakat Indonesia untuk lebih baik menata diri, tidak hanya dalam bidang politik tapi juga pelestarian seni,'' kata A.A. Ngurah Gede Widiada. Menurut A.A. Ngurah Gede Widiada, lomba tari Bali bertajuk ''Lestari Seniku Ajeg Baliku'' adalah sebuah komitmen dari Puri Peguyangan untuk bersama-sama melestarikan seni. Dalam hal penilaian, Puri Peguyangan tidak melakukan intervensi kepada juri ataupun menerima titipan untuk meloloskan menjadi pemenang. Sementara itu, menurut Ketua Panitia Loma GLBB sekaligus Ketua Sanggar Tari Cilinaya, Ni Luh Putu Aristyahati, lomba tari ini bertujuan memeriahkan HUT ke-68 Kemerdekaan Republik Indonesia, menggiatkan upaya melindungi dan melestarikan budaya Bali, khususnya dalam seni tari Bali serta mengenalkan seni dan budaya sejak dini pada anak-anak. ''Lomba tari ini merupakan bentuk motivasi pengembangan dan penyaluran kreativitas anak-anak untuk mengembangkan bakat dan potensi dalam bidang kesenian, melestarikan puri sebagai media pengembangan seni dan budaya,'' ujarnya.

  • 13 Agustus 2013
  • Oleh: peguyangan
  • Dibaca: 2623 Pengunjung

Artikel Terkait Lainnya

Anak Agung Gede Agung Dharma Putra,SIP.,MAP

Apakah Informasi yang tersaji pada Website Kelurahan Peguyangan Kecamatan Denpasar Utara, bermanfaat bagi Anda?