VISIT IBU KIM POLMAN DAN JAJARAN UNILEVER CORPORATION KUNJUNGI BANK SAMPAH BINAAN BWL & YUI

  • 02 April 2013
  • Oleh: peguyangan
  • Dibaca: 818 Pengunjung
VISIT IBU KIM POLMAN DAN JAJARAN  UNILEVER CORPORATION KUNJUNGI BANK SAMPAH BINAAN BWL & YUI Berawal dari masalah sampah, di Kota Denpasar-Bali terjalin kerjasama antara Pihak Unilever dan Lembaga Bali Wastu Lestari dalam menjalankan Program Green And Clean. Hingga Rabu, 27 Maret 2012, menjadi salah satu program kunjungan Ibu Kim Polman (istri Pak Paul Polman selaku Chairman Global Unilever Corporation) didampingi, Ibu Sinta Kaniawati (GM Unilever Indonesia Foundation), Mr.Thomas Lingard (), Ibu Anouk() serta Ibu Mia(). Kunjungan diawali dengan napak tilas Ibu Sinta Kaniawati (GM Unilever Indonesia Foundation) bersama Bapak Sancoyo Antarikso Sancoyo (External Relation Director & Corporate Secretary) ke Bank Sampah Sabtu,23 Maret 2012. Pada kunjungan tersebut terungkap bahwa Bali memiliki sampah rata-rata 20.000 meter kubik tiap hari, rata-rata perkapita menghasilkan 2.8kg sampah per hari dengan porsi sampah non-organik yang makin meningkat. Hal tersebut menjadi masalah karena ketiadaan lahan untuk TPA. Misalnya keberadaan TPA Suwung mengorbankan lebih dari 44 hektare hutan mangrove yg produktif. Ironisnya tidak jauh dari TPA Suwung banyak terdapat TPS-TPS liar yang sangat merusak landscape tanah Pulau Dewata. (Publikasi BLH Prov.Bali). Mengapa Bali yang terkenal dengan konsep Tri Hita Karana bisa rusak alamnya?, Jika krama Bali mengingat konsep tersebut tentunya hal diatas bisa dikendalikan. Di tengah arus urbanisasi dan perubahan gaya hidup yang konsumtif maka sudah saatnya menyadari bahwa setiap manusia seharusnya mampu menjaga keharmonisan hubungan dengan sesama, dengan alam dan dengan Sang Pencipta, dalam hal ini setiap individu wajib menangani sampahnya agar tidak mencemari alam. Setiap Langkah kecil individu tersebut akan membawa perubahan besar bagi dunia. Yayasan Unilever Indonesia menginisiasi program Green & Clean di 10 Kota Besar di Indonesia. Bersama Lembaga Bali Wastu Lestari - YUI menjalankan program DGC diawali dengan sosialisasi Bank Sampah, Pelatihan Fasilitator, Develop Bank Sampah, Pendampingan wilayah serta mengembangkan Bank sampah. 5 Oktober 2012 program diawali dengan sosialisasi dan workshop Bank Sampah hingga berhasil diresmikan 12 Bank Sampah pada 14 Desember 2012. Setelah bekerja selama + enam bulan Bank Sampah Binaan Bali Wastu Lestari dan YUI mengalami pertumbuhan signifikan dari segi nasabah yang menabung, omset, serta total serapan sampah . Salah satunya adalah Bank Sampah Sarana Gathi yang berlokasi di wilayah Br.Pulugambang Kelurahan Peguyangan. Sejak diresmikan hingga kini telah memiliki 68 nasabah yang rutin menabung setiap minggunya. Para nasabahnya berasal dari rumah tangga (ibu-ibu), sekolah(anak-anak SD & SMP) serta pemilik warung/toko di wilayah Kelurahan Peguyangan. Made Warsa selaku Manajer Bank Sampah Sarana Gathi menjelaskan bahwa awalnya masyarakat mencibir kami sebagai tukang sampah dan pemulung, namun berkat pendampingan tim BWL dan Pak Lurah akhirnya kami berhasil mengabaikan cemoohan tersebut dan mengajak tetangga kami bergabung di Bank Sampah, sehingga kini saat hari raya Galungan mereka bisa tersenyum menarik simpanan mereka di bank sampah. Ketua BWL Ni Wayan Riawati juga menyatakan hal serupa, tidak mudah menyadarkan warga akan bahaya dan manfaat sampah, sebagian pejabat pun pesimis mendukung kami, namun berkat kesabaran dan kerjasama yang baik akhirnya kami bisa bangga melihat virus bank sampah mulai mewabah, antusiasme masyarakat memilah sampah dan menabungnya makin tinggi. Kami bersama ke-13 bank Sampah memiliki misi besar untuk menyebarkan virus bank sampah ke semua orang dan menjadi contoh untuk terbentuknya bank sampah- bank sampah baru di seluruh banjar menuju Kota Denpasar dan Bali Green and Clean. Ibu Kim menyatakan sangat terkesan dengan pola perkembangan bank sampah, beliau berharap bank sampah bisa tumbuh berkelanjutan dengan kerjasama yang baik, kreatif mengembangkan usahanya secara mandiri sehingga mendatangkan manfaat berkelanjutan tidak hanya untuk pengurusnya tetapi yang terpenting bagi lingkungan serta generasi yang akan datang. Ibu Sinta Kaniawati berjanji terus melakukan monitoring serta evaluasi sehingga bisa mengarahkan dan memberikan jalan terbaik untuk keberlanjutan program. Mari lakukan langkah kecil yang nyata untuk ciptakan masa depan yang berkelanjutan. I Wayan Yusswara selaku Lurah Peguyangan menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya atas kerjasamaya yang dijalin Bali Wastu Lestari dengan Unilever dan berharap mind set masyarakat dapat berubah dengan lebih peduli terhadap sampah dan lingkungan sekitarnya serta dapat mengambil manfaat dari sampah itu sendiri.

  • 02 April 2013
  • Oleh: peguyangan
  • Dibaca: 818 Pengunjung

Artikel Terkait Lainnya

Anak Agung Gede Agung Dharma Putra,SIP.,MAP

Apakah Informasi yang tersaji pada Website Kelurahan Peguyangan Kecamatan Denpasar Utara, bermanfaat bagi Anda?