KUNJUNGAN UNILEVER INDONESIA FOUNDATION

  • 12 Februari 2013
  • Oleh: peguyangan
  • Dibaca: 863 Pengunjung
KUNJUNGAN UNILEVER INDONESIA FOUNDATION Gerakan sadar lingkungan mulai dirasakan urgensinya. Inspirasi penerapan go green yang dilakukan oleh beberapa perusahaan PT Unilever Indonesia Tbk. merupakan contoh yang diharapkan mampu menginspirasi dan diikuti oleh lebih banyak perusahaan di Indonesia. Silvi Tirawaty selaku perwakuilan ULI bidang Enviroment Program Manager Unilever Indonesia Foundation menyatakan, ULI memiliki komitmen untuk terus-menerus mengadakan perbaikan dalam pengelolaan dampak lingkungan, selain berupaya mendukung sasaran jangka panjang untuk mengembangkan bisnis yang langgeng. “Kami akan bekerja sama dalam kemitraan dengan pihak lain untuk menggalakkan kepeduliaan lingkungan, meningkatkan pemahaman akan masalah lingkungan dan menyebarluaskan budaya karya yang baik,” tuturnya dalam kunjungan di Kelurahan Peguyangan Selasa, 12 Pebruari 2013. Kunjungan kali ini sebagai bentuk tindak lanjut kerjasama yang dilakukan oleh Yayasan Garuda Wastu Lestari sebagai pioneer Bank Sampah di Kecamatan Denpasar Utara. Program CSR lingkungan yang digelar ULI ini bertujuan untuk mengedukasi masyarakat dalam mengatasi permasalahan lingkungan termasuk masalah sampah. Pada akhirnya, dapat mengurangi volume sampah yang dibuang ke tempat pembuangan sampah akhir,” katanya. Saat ini, Green and Clean berkembang di enam kota besar, Jakarta, Yogyakarta, Bandung, Makassar, Medan, dan Banjarmasin. Pendekatan program dilakukan dengan cara memberdayakan peran pemimpin di masyarakat (fasilitator lingkungan) yang kemudian mengajak warga masyarakat untuk berperan aktif dalam mengelola lingkungan (kader lingkungan). Inisiatif lain utama kami diimplementasikan di bawah pilar Litterbug program berfokus pada Trashion (Trashdan Fashion) Program dan inisiatif Bank Sampah. Litterbug adalah program yang bertujuan untuk mengurangi dampak dari limbah pasca Unilever konsumen fleksibel kemasan. Melalui program Trashion, telah mengumpulkan kita hingga 300.000 kg sampah. Program ini dimulai untuk mengatasi sampah kemasan produk yang telah dikonsumsi dengan meningkatkan nilai dari kemasan sampah plastik sekaligus memberdayakan perempuan Indonesia untuk menjadi pengusaha sampah kemasan. Kami telah mengembangkan 40 Bank Sampah yang berhasil memproses lebih dari 160.000 kg sampah. Mulai 2010 dan seterusnya, kami memanfaatkan sistem dengan membentuk koperasi untuk mengelola Bank Sampah. 20 Bank Sampah sudah berubah menjadi unit bisnis sebagai koperasi dengan struktur organisasi yang tepat dan juga mekanik administrasi yang akan menguntungkan 2000 anggota serta memberikan solusi yang berkelanjutan bagi masyarakat, ujar Silvy. Program Bank Sampah secara intensif dioperasikan di Jakarta dan Surabaya. Sistem ini memungkinkan masyarakat untuk mengumpulkan sampah anorganik mereka dan menjualnya untuk kemudian memiliki uang di Bank Sampah. Hingga saat ini Unilever Indonesia membina 390 Bank Sampah. Program ini juga tidak menutup peluang berkembang di Denpasar melalui Bank Sampah di Denpasar Utara. Luh Ria Wati selaku penanggungjawab Garuda Wastu Lestari menyatakan bahwa pencanangan Bank Sampah di Denpasar Utara telah terbentuk 13 Bank Sampah yang tersebar di 11 Desa/Kelurahan di Denpasar Utara. Pada kesempatan itu juga dilakukan kunjungan ke Bank Sampah Arta Astu Lestari di Banjar Tagtag Kaja, Bank Sampah I Made Warsa di Pulugambang, Bank Sampah Desa Ubung kaja dan Bank Sampah Kelurahan Ubung. Dari kunjungan ini pihak unilever menyampaikan salut dan bangga dengan pencapaian dalam waktu singkat ini, dimana Bank Sampah ini sudah bias mandiri dan mampu memberikan pendidikan penyelamatanl lingkungan kepada masyarakat sekitar.

  • 12 Februari 2013
  • Oleh: peguyangan
  • Dibaca: 863 Pengunjung

Artikel Terkait Lainnya

Anak Agung Gede Agung Dharma Putra,SIP.,MAP

Apakah Informasi yang tersaji pada Website Kelurahan Peguyangan Kecamatan Denpasar Utara, bermanfaat bagi Anda?